Jumat, 27 Mei 2011

KEBIJAKAN LUAR NEGERI SINGAPURA DALAM PERKEMBANGAN EKONOMINYA

1.1 LATAR BELAKANG

Singapura adalah sebuah negara kecil ditinjau dari ukuran geografi serta sumber daya alamnya. Negara yang usianya relatif baru ini berada di tengah negara-negara tetangga yang penduduknya mayoritas etnis Melayu dan yang jauh lebih besar ukuran geografis, penduduk, dan sumber daya alam­nya. Apalagi negara-kota ini mayoritas penduduknya adalah etnis Cina, yang membuat Singapura senantiasa merasa berada di tengah kawasan yang tidak menentu. Kondisi ini­lah yang ikut menentukan pertumbuhan ekonomi Singa­pura. Lebih jauh, kondisi perekonomian Singapura tidak dapat dilepaskan dari pertimbangan para pengambil keputusan terhadap kesatuan wilayah, stabilitas politik domestik, dan pertahanan nasionalnya. Kesatuan Wilayah juga menjadi persoalan paling mendasar para pemimpun Singapura, yang di dominasi oleh People Action Party (PAP)

Meskipun Singapura merupakan anggota ASEAN, namun ia juga sangat dekat dengan AS. Di dalam East Asia Summit (EAS), posisi Singapura juga jelas masih konsisten ingin Amerika Serikat turut serta dalam menentukan masa depan Asia Timur. Intinya, Singapura berpendirian EAS perlu inklusif dan melibatkan Amerika. Dalam perkembangan keadaan internasional yang menempatkan AS makin kuat bersaing dengan China sebagai kekuatan yang makin menonjol, belum jelas bagaimana sikap Singapura yang bagian terbesar rakyatnya adalah etnik China. Namun bahwa Singapura adalah sekutu dekat dengan AS, juga dalam strategi pertahanan, adalah kenyataan.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1.2.1 Kebijakan politik luar negeri apa yang lebih ditekankan Singapura dalam pembangunannya? Faktor apa juga yang turut mempengaruhinya?

1.3 TUJUAN

1.3.1 Untuk mengetahui faktor – faktor pendukung kebijakan luar negeri Singapura, khususnya dalam bidang ekonomi.

1.3.2 Untuk meneliti seberapa jauh langkah – langkah yang diambil oleh Singapura dalam hal memperkuat ekonomi internasionalnya.

BAB II

PEMBAHASAN

Politik Luar Negeri Singapura bisa dikatakan adalah cermin representasi kepentingan AS di Asia Tenggara, walaupun tetap mengedepankan upaya-upaya diplomatik demi menjaga stabilitas regional di kawasan.

Singapura Pada dasarnya menghormati salah satu prinsip ASEAN untuk ti­dak mencampuri urusan dalarn negeri negara lain. Paling tidak ada 5 hal pokok yang fundamental di dalam pelaksanaan Politik Luar Negeri Singapura sampai sekarang, yaitu:

* Maintain a credible and deterent military defence as the fundamental underpining for effective foreign policy;
* Promote and work for good relations with our immediate neighbours in all sphere based om mutual respect and sovereignity. In this regard, Singapore is fully committed to the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN);
* Play an active role in international organizations such as the United Nations
* Continue to work for the maintenance of a free and open multilateral trading system; and
* Trade with any state for mutual benefit and maintain an open market

Rejim PAP juga memandang politik dalam negeri sebagai persoalan sangat mendasar bagi kelangsungan negara –kota Singapura. Dulu Perdana Menteri Lee Kuan Yew menjadikan PAP partai tunggal yang menopang dinamika politik Singapura. Walaupun kondisi ini menjauhkan Singapura dari prospek demokrasi, kelangsungan hidup sebagai negara-kota membu­at sistem partai tunggal sebagai satu-satunya modal paling tepat untuk mengendalikan politik domestik. Dengan demi­kian, kelangsungan Singapura sangat ditentukan oleh dominasi PAP dalam setiap pemilihan dari tahun 1959 hingga kini. Di samping itu, dominasi etnis Cina di Singapura membuat dominasi partai tunggal menjadi sangat penting. Bahkan jauh lebih penting dari demokrasi mengingat besarnya sentimen, anti-Cina di negara tetangga seperti Malaysia dan Indonesia.

Unsur mendasar lainnya bagi kelangsungan Singapura ada­lah pertumbuhan dan pembangunan ekonominya. Sebagai se­buah negara yang tidak memiliki sumber daya alam, Singapura bahkan mengimpor air dari Malaysia dan kemudian juga dari Indonesia. Dalam konteks ini Singapura benar-benar miskin. Untuk menjamin kelangsungan hidupnya. perekonomian di­arahkan untuk menguasai pasar luar negeri, menarik sebanyak mungkin investasi asing, dan mencetak tenaga trampil untuk untuk mendukung potensi pasarnya. Buat Singapura, fokus pada pembangunan eko­nomi, perdagangan internasional dan dominasi etnis Cina memerlukan kebijakan yang tidak banyak mendapat perla­wanan. Oleh sebab itu, Singapura menutup pintu bagi parti­sipasi politik terbuka (sebagaimana di negara demokrasi maju) dan menindas oposisi agar pertumbuhan dan pembangunan ekonomi menjadi andalan utama kemajuan Negara Singapura.

Para pengambil keputusan Singapura memandang ada beberapa hal yang merupakan ancaman potensial bagi dasar-­dasar keamanan negara sebagaimana diuraikan di atas. An­caman ini sangat berpotensi menghadapi kelangsungan hidup negara-kota (City-State). Sebagai negara kecil dan miskin sumber daya alam Singapura dituntut untuk mampu merinci dengan jelas bentuk-bentuk ancaman tersebut sehingga akan memberinya kemudahan untuk melakukan antisipasi.

Kekhawatiran terhadap Cina membuat Singapura sangat terlambat dalam membuka hubungan dengan Cina dibanding negara tetangga lainnya. Potensi ancaman lain adalah perekonomian Singa­pura yang tergantung pada perdagangan internasional, di samping ketergantungan air pada Malaysia dan Indonesia. Sebagai negara miskin sumber daya Singapura berusaha keras untuk dapat menjadi pemain inti dalam sistem perdagangan internasional.

Ketergantungan Singapura pada in­vestasi dan perdagangan internasoional menjadikan negara tersebut sangat agresif untuk memperkuat serta mengembangkan sayap ekonomi domestik dan internasional. Di tingkat domestik, pemerintahan Singapura memperkuat perusahaan-perusahaan negara dan mengelolanya secara profesional. Dampak positif dari usaha keras ini terlihat pada tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Bahkan untuk memperkuat sayap internasionalnya, Singapura sangat agresif pula mendorong ASEAN Free Trade Area dan APEC.

PERKEMBANGAN TERKINI SINGAPURA

Kesungguhan Singapura untuk memperkuat sayap ekonomi internasionalnya dibuktikan dengan menjadikan Singapura sebagai kantor pusat APEC. Dalam forum APEC, Singapura (sebagai negara tempat secretariat APEC berada) sebagai sekutu Amerika Serikat , bersama Jepang dan Australia, sepakat dalam posisi untuk mendorong reformasi pembuatan kebijakan forum tersebut, termasukuntuk memperkuat fungsi APEC sebelum 2010, batas waktu bagi ekonomi maju anggota APEC mewujudkan perdagangan multilateral, Mempercepat Integrasi Ekonomi Kawasan, dan investasi yang terbuka dan bebas sebagaimana tercantum dalam Tujuan Bogor 1994 dan komitment putaran di Doha Sementara target untuk negara berkembang adalah 2020. Australia, Singapura dan Jepang masing-masing menjadi tuan rumah KTT APEC tahun 2007, 2009 dan 2010.

Posisinya sebagai ‘informal leader Asean’ di bidang keuangan dengan cadangan devisa per Januari 2008 yang mencapai US$137 miliar, Singapura tentu saja memerlukan tempat di ASEAN dan sekitarnya untuk memarkir dananya, sekaligus menjamin masuknya dana, keuntungan ataupun input lain guna mendukung kesinambungan pertumbuhan ekonomi. Kerentanan hubungan intra-ASEAN akan memengaruhi posisi Singapura yang menempatkan diri sebagai pintu masuk-keluar perdagangan Asean terhadap mitra dagangnya yang secara geografi letaknya jauh (Jepang, China, AS, Uni Eropa, dan lainnya). Itu sebabnya, secara ekonomi maupun politik, Singapura akan selalu diuntungkan oleh kemajuan negara-negara ASEAN.

Akhir-akhir ini perkembangan ASEAN lebih dipengaruhi oleh kepentingan pelaku pasar ketimbang keinginan petinggi negara anggota. ASEAN + 3 (Korea, China dan Jepang) adalah format lobi yang mengarah kepada terbentuknya Komunitas Asia Timur. Ketiga negara yang perekonomianya lebih matang dari hampir semua anggota ASEAN ini tidak segan-segan turut menandatangani traktat amity ASEAN. Perkembangan terakhir dan terkesan tergesa-gesa dan tidak transparan ke warga negara anggota adalah penandatanganan ASEAN Charter.

Berbagai usaha keras yang dilakukan PAP memang menjadikan Singapura sebagai negara paling makmur dibandingkan dengan negara anggota ASEAN lainnya. Penampilan ekonominya hingga saat ini menjadikan iri hati negara-negara tetangganya. Singapura tercatat sebagai negara terkaya keempat di dunia setelah Swiss, Jepang, dan Norwegia. Untuk menopang keberhasilan ekonominya, PAP mengurangi peluang bagi peningkatan partisipasi politik warga. Oposisi ditekan secara sistematis, pegawai negara dikondisikan agar menjadi apolitis dan mendukung penuh program-program pemerintah, semua kelompok sipil di luar pemerintah harus tunduk pada petunjuk pemerintah. Sebagai gantinya, pemerintah Singapura menyediakan layanan dan jaminan yang sangat baik bagi warganegaranya. Jadi walaupun hak-hak politiknya dibatasi, pemerintah konsekuen menyediakan berbagai kebutuhan rakyat Singapura.

KESIMPULAN

Ekonomi Singapura sekarang ini diprediksikan berada dalam track yang baik dalam rangka pemulihan dari resesi terbesar sejak negara ini merdeka pada tahun 1965 lalu. Meskipun diperkirakan bahwa ekonomi Singapura akan mengalami kontraksi sebesar 6% di tahun 2009, sinyal bahwa yang terburuk telah dilewati cukup baik.

Pada bulan Juli 2009 ekspor dan sektor manufaktur mengalami kenaikan dan harga property mulai mengalami peningkatan. Sejak mencapai level terendah di bulan Maret 2009 bursa saham Singapura telah membukukan kenaikan sebesar 90%.

Semantara itu, penduduk Singapura sekarang ini telah bertambah mencapai hampir lima juta jiwa. Seperempat darinya adalah buruh migran. Warga Singapura cemas arus buruh migran ini mengakibatkan persaingan di lapangan kerja, serta berdampak terhadap standar kehidupan. Penelitian pemerintah menunjukkan jumlah pendatang yang diberikan ijin tinggal tetap naik lebih dari sebelas persen tahun 2009. Awal bulan oktober 2009 Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan, pemerintah Singapura akan membatasi arus buruh migran setelah krisis ekonomi melanda pertumbuhan perekonomian Singapura. Tapi pada waktu bersamaan ia mengakui Singapura tetap butuh buruh migran.

DAFTAR PUSTAKA

1. OSEAFAS [ The Oracle of Southeast Asia Faith and Studies ]

We’re Not Just Any Asian, We’re South-East Asian oleh Igor Dirgantara

2. www.wikipedia.com

3. Pacific Link, Singapura Baru dan Indonesia Baru oleh Soedradjad

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar